Musim yang tidak tentu, kadang hujan
turun tiba-tiba. Terkadang matahari bersinar terik dalam waktu yang
lama. Bagi yang mempunyai banyak pekerjaan, sakit menjadikan seseorang
terhenti aktivitasnya. Bukan saja orang yang sakit, tetapi yang
merawatnya pun akan mengeluarkan tenaga dan waktu ekstra hingga keadaan
kembali seperti sediakala.
Sakit, banyak orang yang mengutuk kata
‘sakit’ itu sendiri. Dengan alasan tidak suka dan bikin kepayahan.
Banyak ditemui ketika sakit menyerang, semakin lemah pula kejiwaan
seseorang. Ketika sehari-hari begitu sibuk bekerja sampai melewatkan
waktu-waktu ibadah. Pada saat sakit pun, ibadah tetap terlewat. Entah
dengan cara apa kita akan kembali mengingat bahwa kematian tidak
mengenal usia. Sakit adalah alarm untuk tubuh kita yang selalu
diporsirkan dalam hal keduniawian, atau cara Allah mengingatkan hambanya
agar selalu bersyukur atas nikmat sehat. Jika sehat saja kita begitu
lalai, hingga sakit datang kita tidak jua paham. Itu semua terjadi mana
kala hati kita jauh mengingat Allah SWT. Jika hati kita selalu dekat dan
selalu berbaik sangka kepada Allah SWT. Allah SWT yang Maha Pengasih
dan Penyayang serta Maha Pemberi Karunia, akan memberikan afiat kepada
kita.
Jika kita selalu berbaik sangka kepada
Allah SWT, maka Allah SWT akan seperti yang kita prasangkakan. Allah SWT
ada pada prasangka umatnya, jika kita berprasangka baik kepada-Nya,
maka kebaikan itu akan kembali pada diri kita, tetapi bila kita
berprasangka buruk, maka Allah ada dalam prasangka itu. Nabi Muhammad
SAW bersabda,
“Aku berada dalam prasangka hamba-Ku tentang-Ku, dan Aku bersamanya tatkala dia mengingat-Ku.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Memperbanyak mengingat Allah SWT ketika
sehat maupun sedang sakit, akan membuat hati menjadi tentram. Allah SWT
berfirman dalam surat QS. Ar.Ra’d [13] : 28, “(Yaitu) orang-orang
yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah SWT.
Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram.”
Sakit atau musibah lainnya yang tidak
berkenan dihati, janganlah bersedih dan meratapi diri. Bahkan dalam
kesenangan atau kegembiraan itu semua merupakan ketetapan Allah SWT.
Suka maupun duka dalam kehidupan adalah ketetapan Allah SWT, sebagai
ujian dan cobaan yang penuh hikmah.
Ketika sakit yang harus kita lakukan
adalah banyak mengingat Allah sambil berdzikir dan melakukan amalan
ibadah. Perbanyak istigfar memohon ampunan kepada Allah. Berikhtiar
dengan berobat ke dokter atau pengobatan ala rosul. Asal jangan sampai
kita khilaf dan kalap sampai percaya kepada dukun.
Dengan selalu bertawakal kepada Allah
dalam keadaan sakit, dan selalu menjalankan perintah-Nya sekalipun harus
sholat diatas tempat tidur karena tidak kuat lagi berdiri. Memohon
kesembuhan kepada Allah SWT. Firman Allah SWT dalam QS.At Thalaaq: 3, “Dan
barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan
mencukupkan keperluannya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan-Nya
(yang dikehendakinya) Nya, sesungguhnya Allah telah mengadakan
ketentuan-ketentuan bagi setiap sesuatu.” [Ernawati/Bersama Dakwah]

Tidak ada komentar:
Posting Komentar